Kalimat Mayor dan Kalimat Minor

Pernahkah anda bertanya, apakah kalimat mayor dan kalimat minor itu? Kalimat mayor dan kalimat minor ditentukan oleh lengkap tidaknya konstituen dalam klausa itu. Kalimat mayor klausanya  minimal harus terdiri atas subjek dan predikat. Subjek biasa disingkat S dan predikat disingkat P. Contoh kalimat mayor:
  1. Susilo pergi.
  2. Budi menabung.
  3. Yusuf berdagang.
  4. Mega bangun.
Kalimat minor hanya dibentukoleh subjek saja predikat saja, objek saja, dan bahkan keterangan saja. Meskipun hanya dibentuk dengan satu kata kalimat minor dapat dipahami pesannya karena sudah diketahui konteksnya, baik konteks kalimat, konteks situasi, maupun konteks topic yang dibicarakan.  Jadi, kalimat minor merupakan kalimat jawaban-jawaban singkat, seruan, pertanyaan, salam, dan sapaan. Contoh kalimat minor :
  1. Hai!
  2. Salam.
  3. Enyah!
  4. Umi?
  5. Mana?
  6. Nanti.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kalimat mayor dan kalimat minor ditentukan oleh lengkap tidaknya konstituen dalam klausa itu. Kalimat mayor klausanya minimal harus terdiri atas subjek dan predikat. Kalimat minor hanya dibentuk oleh subjek saja, predikat saja, objek saja, dan bahkan keterangan saja.
kalimat mayor, contoh kalimat mayor percakapan, contoh percakapan kalimat mayor dan minor

3 Response(s)

  1. ulin says :

    March 5, 2013

    ingin mengerti tentang paragraf

    Reply
  2. april moop says :

    March 19, 2013

    cari kan donk kalimat penjelas mayor dan minor??? 😀

    Reply
  3. Cici says :

    March 29, 2013

    mana contohnya yang lain ?
    masa itu aja ???

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>