Tipe 70 adalah permulaan dari tipe rumah besar. Demikian jika merujuk pada pernyataan dari seorang teman developer saya yang mengatakan bahwa tipe rumah besar adalah tipe rumah 70 ke atas. Karena cukup besar, tipe rumah ini bisa dibuat dalam dua lantai. Di bagian bawah menggunakan luas 50m2 dan dibagian atasnya menggunakan luas 20m2. Atau di bagian bawah menggunakan luas 40m2 dan dibagian atas menggunakan luas 30m2. Jadi dengan luas tanah yang terbatas, kita bisa mendapatkan rumah dengan tipe besar.
Hanya saja ketika kita mendapati iklan pendek bertuliskan “dijual rumah tipe 70″ kita jadi tidak bisa langsung mengetahui apakah rumah tersebut merupakan rumah 1 lantai atau 2 lantai. Bagi orang yang tidak menyukai bangunan bertingkat, tentu saja ini menjadi kendala. Namun kendala tersebut bisa teratasi dengan melihat bagian bawah dari angka tipe rumah yang ditunjukkan. Misalnya rumah tersebut diiklankan dengan menyebut angka “70/50″ kita bisa langsung menebak bahwa rumah yang dijual tersebut adalah rumah 2 lantai. Karena secara logika orang tidak mungkin membuat bangunan yang lebih luas daripada lahannya jika tidak di tingkat.
Lain halya jika disebutkan bagian bawah atau luas tanahnya lebih besar daripada luas bangunannya. Kita tidak bisa langsung menerka apakah rumah tersebut 1 lantai atau 2 lantai. Karena saya pernah menemui sebuah brosur yang menjual rumah tipe 125 dengan tanah 180 namun rumah tersebut dibuat 2 lantai. Padahal kalau dipikir-pikir, luas tanah tersebut mencukupi untuk dibuat menjadi 1 lantai saja. Tapi saya berpendapat, mungkin karena pertimbangan konsep dari rumah tersebut adalah rumah mewah maka dijadikanlah rumah tersebut menjadi 2 lantai.
Namun begitu, tidak peduli rumah tersebut berlantai satu atau berlantai 2, tipe rumah 70 sudah mencukupi jika dibuat menjadi rumah dengan 3 kamar tidur. Alasannya mungkin sederhana, karena tipe ini lebih besar daripada tipe-tipe dibawahnya. Klise memang. Namun jika dipikirkan ada benarnya juga. Karena kalau kita lihat rumah tipe 45 atau bahkan tipe 36 saja bisa dibuat 2 kamar tidur didalamnya, tentu rumah tipe 70 bisa dibuat menjadi 3 kamar tidur. Bahkan jika mau, rumah tipe 70 bisa pula di buat menjadi 4 kamar. Tiga kamar untuk keluarga dan 1 kamar untuk pembantu, misalnya.

Gambar diatas adalah contoh denah rumah tipe 70 yang menggunakan 3 kamar tidur keluarga dan 1 kamar tidur bagi pembantu. Jadi totalnya ada 4 kamar tidur. Meskipun sudah cukup memadai, namun ada satu kekurangan kecil dari denah rumah diatas, yakni ruang tamu tidak cukup terpisah dengan ruang keluarga dan ruang-ruang lainnya. Seorang kerabat saya yang mendalami ilmu sipil dan kontruksi mengatakan bahwa yang terbaik adalah adanya pemisahan antara ruang privat dan ruang publik dalam sebuah rumah. Gampangnya, ruang privat contohnya adalah kamar tidur. Ruang publik contohnya adalah teras dan ruang tamu. Dalam gambar diatas, meskipun ruang tamu sudah terpisah oleh dinding, namun begitu dia masuk ke ruangan keluarga, dia bisa melihat seluruh ruangan lainnya dalam rumah tersebut. Dalam rumah tipe 45 yang pernah kita bahas beberapa waktu yang lalu, mungkin hal tersebut “bisa dimaafkan” karena keterbatasan ruangan. Dengan memakai penutup tirai seperti di tipe 45 yang telah kita bahas, sebenarnya sudah menjadi solusi. Namun jika dengan luas bangunan yang tergolong besar seperti ini, tentu dalam hal privasi bisa lebih optimal daripada rumah tipe 45.
Tapi diluar itu semua, denah rumah tipe 70 diatas tetap memiliki kelebihan yang membuatnya lebih dari sekedar layak untuk dijadikan tempat tinggal. Paling tidak dari segi luas bangunan sudah lebih daripada tipe rumah sebelumnya bukanĀ  ? Semoga pembahasan mengenai rumah tipe 70 (atau tipe rumah 70) diatas dapat berguna bagi kita.

Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda. Lihat caranya