Undangan pernikahan tidak hanya menggunakan bahasa indonesia, ada juga yang menggunakan bahasa inggris, dan bahasa daerah tempat masing-masing mempelai pengantin. Salah satunya daerah jawa. Jika memang pihak pengantin menginginkan bahasa jawa sebagai bahasa pada layang ulem pernikahan mereka, makan semua isi undangan menggunakan bahasa jawa. Jika yang membuat undangan tersebut orang jawa pasti tahu bahasa jawa halus mana yang seharusnya dipakai untuk bahasa undangan. Dan bentuk dari undangan bahasa jawa ini pun tidak terbatas. Kita tetap bisa menggunakan desain yang unik dan beragam lalu kemudian menggunakan undangan bahasa jawa.  Tetapi perlu diingat jika akan menggunakan bahasa jawa sebagai bahasa yang akan digunakan, pastikan semua tamu Anda dapat mengerti bahasa jawa tersebut. Maka biasanya undangan seperti ini digunakan oleh orang-orang yang memang adat jawanya sangat kuat, dan bisa jadi juga tema pernikahannya tradisional.

layang ulem pernikahan

layang ulem pernikahan

 

Kata-kata bahasa jawa yang ada didalam layang ulem pernikahan pada bagian pemberitahuan waktu tempat dan acara formatnya sama hanya berbeda sedikit dengan bahasanya. Secara umum untuk bahasa jawa mengenai pemberitahuan waktu dan tempat akan bisa dipahami banyak kalangan. Lalu kata-kata undangan dibawah informasi mengenai waktu dan tempat acara berlangsung, Anda bisa menambahkan kata-kata seperti berikut : “Setuhu Badhe Damel Bombong Saha Mongkoging Manah Kula Sabrayat, Bilih Dhangan ing Penggalih saha sapen ing sambekala Bapak / Ibu kepareng rawuh hangestreni Saha Paring Puja Pangastuti Dhumateng anak kula sri penganten, supados dadi kaluarga Ingkang Bagya Mulya dunia akherat” dan setelah itu bisa Anda tambahkan sebagai kalimat penutupnya, “Wasan Kula Sagotrah Hangaturaken Agunging Panuwun Saha Nyuwun Lubering Pangaksami sadaya kekirangan dalah kalepetan Kula. Wassalamualaikum….”

layang ulem pernikahan

Untuk kalimat pembuka atau sebelum menuju informasi mengenai tempat dan waktu dimana pesta itu diselenggarakan, Anda bisa menaruh kata-kata berikut, “Kanthi Lumaraping Nawala Sedhahan, minangka sesulih pisowan Kula Wonten ing Ngarsa Panjenengan, Sinartan nyadhong berkahing Gusti Ingkang Maha Tunggal, kula sabrayat kaluarga Hanggadhahi Pangangkah badhe ngawontenaken syukuran Tuwin Pawiwahan dhauping sri penganten anak Kula…..” dan baru diberikan data mengenai waktu dan tempat pesta. Itulah kata-kata yang bisa dipakai Anda jika Anda menghendaki undangan dalam bahasa jawa. Bentuk undangan untuk mendukung bahasa jawa didalamnya, bisa dibuat seklasik dan se-tradisional mungkin. Seperti halnya menggunakan kertas yang kasar dan berwarna cokelat sehingga memberi kesan undangan jaman dahulu. Lalu kemudian digulung dan dimasukan kedalam tabung, atau bisa juga digulung dan hanya diikat dengan pita atau kain kecil. Dengan begitu bentuk undangan beserta bahasa sudah menyerupai layang ulem pernikahan jaman dahulu yang menggunakan bahasa jawa.  Untuk bagian cover, seperti alamat yang dituju juga menyesuaikan menggunakan bahasa jawa juga yang halus dan sopan sehingga walaupun menggunakan bahasa jawa, tetap dapat menghasilkan  kata-kata yang sopan dan dapat dimengerti.

Ingin Copy Paste?
Gunakan kode diatas untuk copy paste aman dan legal di blog anda. Lihat caranya