Tata cara Mandi Besar atau Mandi Wajib atau mandi Junub / Janabah adalah rangkaian cara mandi bagi orang yang ingin mensucikan diri dari hadats besar karena haidh, nifas dan usai bersetubuh. Adapun mengenai tata cara mandi besar atau mandi junub atau mandi janabah ini dapat kita ketahui dari berbagai hadits yang berkaitan dengan hal tersebut. Hadits-hadits dibawah ini sudah cukup jelas menggambarkan tata cara mandi besar / junub / janabah;

Hadits 1, status: Shahih, diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim:

dari Aisyah ra. dia berkata ” Apabila Rasulullah saw mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, lalu menuangkan air dengan telapak tangan kanannya ke telepak tangan kirinya untuk membasuh kemauluannya, kemudian beliau berwudhu’, lalu mengambil air dan kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambutnya, setelah itu beliau menuangkan air ke atas kepalanya tiga kali, lalu meratakan air ke seluruh badan, kemudian membasuh kedua kakinya.”

Hadits 2, status: Shahih, diriwayatkan oleh Muslim:

Dari Ummu Salamah ra, dia berkata “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah. Saya ini seorang wanita yang tebal ikatan rambutnya, apa saya perlu melepasnya ketika mandi janabat?’ Dalam sebuah riwayat, ‘Dan Ketika mandi karena haidh?’ Beliau jawab, ‘ Tidak perlu, cukup bagimu menyiramkan air ke kepalamu tiga kali siraman.”
Dari hadits yang pertama diatas, kita bisa mengetahui bahwa tata cara mandi besar / junub / janabah adalah:

  1. Mencuci kedua tangan
  2. Menuangkan air ke tangan kanan
  3. Dari tangan kanan air di tuang ke tangan kiri untuk mencuci kemaluan
  4. Berwudhu
  5. Mengambil air lalu memasukkan jari-jari ke pangkal rambut
  6. Menuangkan air ke kepala 3x
  7. Meratakan air keseluruh tubuh
  8. Mencuci kaki.

Selain hal-hal diatas, sebagian pendapat mengatakan bahwa niat juga harus hadir mengawali rangkaian tata cara mandi besar atau mandi wajib atau mandi junub / janabah. Walaupun memang, niat tidak harus di ucapkan. Bahkan sampai artikel ini ditulis, penulis belum menemukan satu pun dalil yang menyebutkan bahwa niat harus diucapkan, baik dalam hal yang berkaitan dengan tata cara mandi besar / mandi wajib / mandi junub / janabah ini maupun dalam hal wudhu dan shalat.



Tukar info di facebook

  • NN says:

    terimakasih infonya

  • dodo says:

    ah ini ga ada bacaan niat doanya

  • orva says:

    boleh ga mandi wajib kita tunda setelah bangun tidur…..misal 1j1m atau 2 jam kemudian dan mohon bantuan nya

    • kangmoes says:

      setahu saya boleh mas. bahkan Nabi pun dalam hadits pernah tidur dalam keadaan belum mandi wajib bukan? coba di cek di hadits.

  • tita says:

    Tolong barang x ada niatny…

  • nino says:

    mas kalau di kamar mandi saya adnya shower gimana mas…mohon bantuannya mas

  • kevin says:

    sip infonya

  • imam says:

    berapa lamanya…aku mandinya di pemandian umum teruss….

  • anggarangga says:

    saya mau betanya.!
    Bulan Ramadhan saya melakukan hubungan suami istri pd mlm hari trs bgun sahur trs mau mandi ternyata air tidak ada terus sampai matah hari terbit ( apa hukm nya puasa saya)

  • Qie2 says:

    Lo mandi besar d sungai. .gmN MAZ

  • widji ume auliafatih dua says:

    menarik…

  • widji ume auliafatih dua says:

    copas yah, sedikit modif…

  • joni says:

    ku lg nyari yang lbh simple,tp lengkap,dan sah, :( niat nya ngucpin nya pas apa tuh? Jadi bingung. . . .aq bca di wikipedia juga membingungkan